Isu ini tidak hanya berdampak pada kenyamanan dan keamanan masyarakat, tetapi juga mencerminkan pengelolaan ruang publik yang kurang baik di daerah tersebut.
Parkir mobil yang amburadul menjadi masalah yang kompleks, melibatkan berbagai faktor mulai dari kepadatan penduduk, pengembangan infrastruktur yang tidak seimbang, hingga kurangnya kesadaran kolektif mengenai tertib berlalu lintas dan penggunaan ruang. Daerah Tri Sakti yang merupakan area padat penduduk dan aktivitas komersial tinggi, seharusnya memiliki manajemen parkir yang efisien untuk menghindari penumpukan kendaraan yang dapat mengganggu arus lalu lintas. Salah satu alasan utama terjadinya kesemerautan ini adalah ketidakcukupan fasilitas parkir resmi, yang memaksa kendaraan untuk parkir sembarangan di sepanjang jalan atau di area publik lainnya.
Kritik yang disampaikan oleh H. Rahmad Fadillah mengarah pada perlunya evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan parkir yang ada. Ia menyarankan bahwa pemerintah daerah perlu menerapkan solusi yang lebih terencana dan terarah, seperti pembangunan fasilitas parkir bertingkat, penetapan area parkir resmi, serta penerapan sistem parkir terintegrasi. Hal ini penting untuk mengurangi kesemerautan dan meningkatkan kenyamanan warga serta pengunjung yang datang ke wilayah tersebut.
Bagaimana dengan aparat Pemerintah, Kepolisian, Dan lainya agar Berkerja Sebagai mana mestinya untuk menata dan mengatur supaya Rapi,bagus Dan tidak mengganggu pengguna Jalan lainya melewati area itu.
Lebih jauh lagi, H. Rahmad juga menyoroti pentingnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi peraturan lalu lintas dan penggunaan area parkir. Kampanye edukasi mengenai pentingnya parkir yang tertib dan penggunaan ruang publik yang bijak harus digalakkan. Masyarakat perlu dilibatkan dalam proses pembuatan kebijakan, agar mereka merasa memiliki dan bertanggung jawab terhadap ruang yang mereka gunakan sehari-hari.
![]() |
Ketua Organisasi Masyarakat (Ormas) Forum Pemersatu Kerukunan Warga Kalimantan (FPKWK) H. Rahmad Fadillah, SH |
Berbagai upaya tersebut perlu dilakukan secara bersinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta. Kerjasama antara semua elemen ini diharapkan dapat membawa perubahan yang signifikan dalam pengelolaan ruang publik di wilayah Tri Sakti dan sekitarnya. Selain itu, perencanaan yang matang harus mempertimbangkan masa depan kebutuhan transportasi dan pertumbuhan populasi di daerah tersebut agar masalah yang sama tidak terulang kembali di masa mendatang.
Kesemerautan parkir mobil di Tri Sakti dan sekitarnya mencerminkan tantangan yang lebih besar dalam pengelolaan kota yang berkelanjutan. Melalui perhatian dan tindakan yang nyata dari semua pihak yang terkait, diharapkan situasi ini dapat diatasi dan memberikan dampak positif bagi kualitas hidup masyarakat. Dengan solusi yang tepat, bukan hanya kesemerautan yang dapat diminimalisir, tetapi juga lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi semua pengguna jalan.
H. Rahmad Fadillah. SH, berharap seluruh Instansi yang terkait untu membenahi serta mengatur agar kesemarautan ini bisa kita tanggulanggi dengan bijak dan benar bersama masyarakat," tutupnya. (Nawarin. SH)
Berita