KOTABARU, kalimantanprime.com – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Kelumpang Selatan tahun 2025 resmi digelar pada Selasa (25/2/2025). Acara yang berlangsung di aula kecamatan ini menitikberatkan pada peningkatan infrastruktur serta optimalisasi anggaran guna mewujudkan pembangunan yang lebih merata dan berkelanjutan.
Musrenbang tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Anggota DPRD Kotabaru Abdul Basir, perwakilan dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Baprida), BPMPD, Dinas Pertanian, BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, para kepala desa, ketua BPD, kepala sekolah, serta undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Camat Kelumpang Selatan menegaskan bahwa Musrenbang ini merupakan tahapan awal sebelum usulan pembangunan dibawa ke tingkat kabupaten, provinsi, hingga pusat.
Ia mengapresiasi capaian pembangunan tahun 2024, khususnya dalam peningkatan infrastruktur jalan dengan alokasi anggaran sebesar Rp19 miliar. Tahun 2025, alokasi ini meningkat menjadi Rp26 miliar, dengan fokus utama pada pembangunan akses ke kawasan strategis seperti Tanjung Bangga.
"Pembangunan jalan menuju Tanjung Bangga harus menjadi prioritas karena kawasan ini memiliki potensi wisata yang besar. Akses yang lebih baik akan berdampak langsung pada perekonomian masyarakat," ujar Camat Kelumpang Selatan.
Selain itu, dalam Musrenbang ini juga dibahas kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah. Anggaran yang dinilai kurang tepat sasaran dapat dipangkas hingga 50 persen, yang berpotensi berdampak pada proyek infrastruktur yang telah direncanakan untuk tahun 2026.
Pada tahun 2025, Kecamatan Kelumpang Selatan mendapat alokasi sekitar 40 proyek infrastruktur. Namun, pemerintah kecamatan berharap jumlah ini bisa bertambah agar pembangunan dapat berjalan lebih optimal.
Anggota DPRD Kotabaru Abdul Basir yang hadir dalam acara ini diharapkan dapat membantu memperjuangkan usulan pembangunan dari masyarakat Kelumpang Selatan agar tetap diperhitungkan dalam sistem perencanaan pembangunan daerah.
"Kami ingin memastikan bahwa semua usulan, baik yang menjadi prioritas maupun yang masih dalam tahap perencanaan, tetap diperhitungkan dalam sistem perencanaan pembangunan," tambah Camat Kelumpang Selatan.
Musrenbang Kecamatan Kelumpang Selatan 2025 menjadi momentum penting dalam menyusun strategi pembangunan yang lebih efektif, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan diharapkan dapat bersinergi untuk mewujudkan pembangunan yang lebih merata dan berkelanjutan. (San)
Berita