![]() |
Mantan Wakapolri Komjen Pol (Purn) Syafruddin Kambo saat dilantik menjadi Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi di Istana Kepresidenan. (Foto: Setneg.co.id) |
Dari informasi yang didapat, jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka yang beralamat di Jl Cibulan 7 No 30, RT 7 RW 06, Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Prosesi salat jenazah akan dilaksanakan di Masjid At-Taqwa Jl Sriwijaya Raya No 10, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tepat setelah salat Jumat, pada Jumat, 21 Februari 2025.
Almarhum akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata pada hari yang sama, pukul 13.00 WIB.
“Mohon doa semoga Allah mengampuni semua dosa-dosa beliau dan menempatkannya di surga,” ujar Anizar Masyhadi, salah satu kerabat almarhum, melalui pesan berantai di WhatsApp, seperti dikutip dari fajar.co.id.
Komjen Pol (Purn) Syafruddin Kambo lahir di Majene, Sulawesi Barat, pada 12 April 1961. Ia meninggalkan seorang istri, Mulyani Soedjono, serta empat orang anak.
Sepanjang kariernya di Kepolisian Republik Indonesia, almarhum dikenal sebagai perwira yang berprestasi dan memiliki pengalaman pendidikan internasional. Ia pernah menempuh pendidikan di Federal Bureau of Investigation (FBI) Academy di Quantico, Virginia, Amerika Serikat; Landes Kriminal AMT di München, Jerman; serta Australian Institute of Police Management di Manly, Australia.
Ia pernah menjabat sebagai Wakapolda Sumut pada tahun 2009 dan Kadiv Propam Polri pada tahun 2012 dan juga pernah menjabat Kapolda Kalsel.
Pada tahun 2016, ia diangkat menjadi Wakapolri mendampingi mantan Kapolri Jenderal (Purn) Tito Karnavian. Jabatan itu diembannya hingga tahun 2018.
Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1985 ini mengakhiri tugasnya di kepolisian sebagai Wakapolri. Selain itu, ia juga sempat menjabat sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) dalam Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo periode 2018-2019. Saat ini, almarhum menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI).
Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam. Ia memiliki banyak kenangan bersama almarhum, yang pernah menjadi ajudannya selama lima tahun saat menjabat sebagai Wapres mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
“Beliau sangat berwibawa dan selalu menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya serta bersikap baik kepada siapa saja,” kenang JK, yang juga Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI).
Setelah memasuki masa pensiun, almarhum tidak berhenti mengabdi. Ia aktif dalam berbagai kegiatan sosial, keagamaan, dan pengajian.
“Mari kita bacakan Al-Fatihah untuk beliau. Semoga husnul khatimah,” tutup JK. (*)
Berita