Berita

Breaking News

Tak Bisa Ikut PTM Di Sekolah Apabila Belum Vaksin Dan Imunisasi


Foto Istimewa


Jika melihat kebijakan baru, berarti peserta didik baru yang belum vaksin dan imunisasi campak-rubella, maka tidak bisa ikut Pembelajaran Tatap Muka (PTM)


Kalseltoday.com, Banjarmasin – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin lagi-lagi mengeluarkan kebijakan yang cukup mengejutkan, pasalnya, baru-baru ini Pemko membuat aturan untuk menggenjot capaian vaksinasi Covid-19 dan Imunisasi campak dan rubella pada anak dalam Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN).

Kali ini, Pemko menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor : 420/2995-PSD/DIPENDIK/2022 yang ditujukan kepada seluruh Kepala Sekolah Dasar dan Pengawas. Yakni tentang pelaksanaan BIAN dan vaksinasi Covid-19 lingkup Dinas Pendidikan Banjarmasin.

Dalam surat yang diterbitkan pada 22 Juni 2022 itu setidaknya ada tiga poin yang dicantumkan pada SE itu. Namun yang paling menyita perhatian ada pada point terakhir.

Isinya, untuk para peserta didik yang belum divaksin Covid-19 dan Imunisasi campak-rubella, akan dilaksanakan pembelajaran secara online.

“Ya benar,” jawab Nuryadi, saat dikonfirmasi awak media, Kamis (23/06/2022) siang di Balai Kota, dikutip dari kalimantan post.

Jika melihat kebijakan baru tersebut, itu berarti peserta didik baru yang belum vaksin dan imunisasi campak-rubella, maka tidak bisa ikut Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada tahun ajaran baru nanti.

“Teknis diatur oleh masing-masing sekolah,” Nuryadi lagi.

Ia mengklaim, bahwa aturan tersebut sudah diperhitungkan secara matang. Sehingga pihaknya memutuskan untuk memberi penegasan agar semua warga sekolah terutama siswa yang belajar ke sekolah dalam kondisi sehat.

“Jadi siswa yang turun ke sekolah ini adalah orang yang sehat. Apalagi kita sudah menjalani dua tahun pandemi. Sekolah secara online dan membuat anak banyak yang loss learning dan tidak belajar secara maksimal. Belum lagi merepotkan orangtua,” jelasnya.



“Makanya kami tegaskan, di tahun ajaran baru ini kalau tidak bervaksin untuk siswa smp dan tidak berimunisasi terpaksa kami suruh belajar online,” tukasnya.

Lantas, bagaimana dengan capaiannya saat ini? Terkait hal itu, Nuryadi menyarankan agar menanyakan kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarmasin.

Sebelumnya, program BIAN di Kota Banjarmasin telah berakhir pada 18 Juni lalu. Kemudian diperpanjang selama satu bulan kedepan, sesuai hasil evaluasi pada FGD Kemenkes

Kepala Dinkes Banjarmasin, Muhammad Ramadhan menyebutkan, per tanggal 20 Juni capaian imunisasi baru di angka 31,18 persen, dengan total 46.463 anak yang sudah diimunisasi.

Jika dibandingkan dengan data sepekan sebelumnya, capaian imunisasi baru di angka 24,45 persen, dengan total 36.444 anak. Dari total target sebanyak 149.035.

“Berarti dalam sepekan terakhir penambahan di angka 6,73 persen dengan total 10.019 anak yang diimunisasi,” ucapnya.

Ramadhan menerangkan, kendala dalam pencapaian target imunisasi masih sama. Yakni, masih adanya keengganan dan keraguan dari masyarakat terhadap manfaat dari imunisasi.

“Padahal saat sosialisasi sudah disampaikan manfaat dari imunisasi, namun masih saja banyak keraguan. Semoga dengan strategi berikutnya pelaksanaan imunisasi dapat maksimal,” harapnya.

Terkait capaian vaksinasi Covid-19 anak-anak, mengutip data Dinkes per tanggal 22 Juni 2022, capaiannya baru menyentuh angka 41,08 persen atau sebanyak 28.593 anak, untuk dosis pertama.

Sedangkan untuk dosis kedua, capaian vaksinasi Covid-19 sebesar 27,35 persen atau sebanyak 19.041 anak. Dari total sasaran keseluruhan berjumlah 69.608 anak. 

(FSL)
© Copyright 2022 - Kalsel Today